Akhir-akhir ini, kita sering mendengar tentang Tablet PC. Jadi, apakah sebenarnya Tablet PC itu? Menurut Wikipedia, Tablet PC adalah laptop – atau komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer.
Sebenarnya Jauh Sebelum Steve Jobs (Pemilik Appletm) Memperkenalkan Ipad, Sesudah Ada Beberapa Vendor Yang Jualan Tablet PC, Tapi Penjualannya Tidak Sesukses Ipad. Karena Itu, Banyak Yang Beranggapan Jika Tablet PC, Adalah Buatan Appletm. Steve Jobs Boleh Dikatakan Orang Yang Mempopulerkan Tablet PC. Dengan Kesuksesan Tablet PC Tersebut (Ipad), Sehingga Banyak VendorLain Mengikuti Jejaknya Dengan Memperkenalkan Tablet PC-Nya Masing-Masing.
Tablet PC bukan cuma iPad, banyak yang beredar di pasaran. Agar kamu tidak bingung, perhatikan penjelasaan berikut !
Tablet PC dengan Sistem Operasi iOS adalah iPad. Bnyak yang salah sangka iPad dan tablet PC itu berbeda, sebetulnya sama saja. Tablet PC merujuk pada jenisnya, sedangkan iPad merujuk pada tablet PC keluaran AppleTM.
Tablet PC Android, jangan-jangan banyak yang membeli tablet PC lalu bingung karena tidak ada satupun yang bermerk “Android”. Tentu saja tidak ada karena Android
Singomayan adalah sebuah desa ditengah-tengah kota Banyuwangi. Yang dulunya desa beserta kota Banyuwangi ini hanyalah sebuah hutan, tempat berbagai macam hewan untuk hidup. Kini desa ini telah berubah, bukan lagi hewan-hewan yang hidup tetapi banyak penduduk yang mendiami desa ini.
Dahulu kala, Saat Indonesia dijajah oleh Bangsa Belanda, kekacauan melanda seluruh wilayah Indonesia, Sumaterapun tak lepas dari peristiwa tersebut. Pada tahun 1738 Bangsa Belanda mampu mengendalikan segala hal di wilayah Sumatera, apalagi berdirinya organisasi VOC dari Belanda yang mampu memporak-porandakan seluruh wilayah Indonesia. Penduduk Indonesia pada saat itu belum mampu melawan penjajah karena keterbatasan senjata. Ya, saat itu Belanda sudah memakai peralatan persenjataan yang canggih dan sangat lengkap, Sedangkan kita bangsa Indonesia hanya memiliki persenjataan yang tidak memadahi, kita hanya mengandalkan alat-alat tradisional yang tak mampu mengalahkan mereka.
Tentu saja, Rakyat Indonesia merasa sangat tidak nyaman. Beberapa Kelompok rela bersembunyi di hutan di daerah Sumatera selama bertahun-tahun, kira-kira sekitar 14 tahun. Dengan salah satu pemimpin kelompoknya adalah Masalit. Kelompok ini berekinginan keluar dari hutan ini, tetapi juga keluar dari wilayah Sumatera. Mereka beranggapan mungkin di luar Sumatera tak sekacau wilayah ini. Pada tahun 1759 Rombongan kelompok sekitar 280 orang ini pergi dengan 2 perahunya dengan niatan menghindari dari ancaman bangsa Belanda. Himbauan untuk berlayar tak terlalu bertepi sudah mereka ketahui, tetapi pada perahu ke-2nya yang berada dibelakang perahu pertama. Masalib sebagai pemimpin perahu itu serta adik dari Masalit tak memikirkan himbauan tersebut. Mereka terlalu meremahkanya, perahu mereka tak terkendali hingga berlayar ketepian, Belanda saat itu tak lengah sedikitpun, Perahu yang ditumpangi Masalib hancur karena terkena bom dari serangan Belanda. Seluruh penumpang di perahu itu tewas.
Sampailah perahu Masalit di Panarukan, kekacauan di Panarukan tak lebih baik dari keadaan di Sumatera. Padahal awalnya mereka membayangkan bahwa di Luar Sumatera kedaanya tak sericuh di Sumatera. Ternyata juga sama saja. Perjalanan mereka lanjutkan, berlayar, telusuri lautan, berkeliling itulah yang mereka lakukan. Belum ada tempat yang mereka temukan untuk bersinggah menghindari dari penjajahan Belanda yang sadis itu.
Banyuwangi, itulah tempat yang dapat mereka singgahi. Walaupun keadaan disana juga ricuh, tetapi tak sericuh dengan keadaan wilayah Di Sumatera maupun di Panarukan. Masalit beserta seluruh anggotanya mencoba untuk bertahan demi hidupnya. Juga Masalit mampu menenangkan keadaan di Banyuwangi. Walaupun saat itu disana juga sudah banyak orang-orang yang hebat atau biasa disebut orang sakti, tak mampu mengalahkan Belanda. Dengan kedatangannya Masalit kedaan di Banyuwangi semakin membaik. Masalit mampu mengendalikan keadaan di Banyuwangi dan mengusir belanda dari wilayah itu.
Karena jasa dari Masalit dan seluruh anggotanya itu, warga Banyuwangi menginginkan Masalit menjadi pemimpin mereka alias menjadi Bupati Banyuwangi.Dengan begitu Masalit adalah bupati pertama di Banyuwangi dan mendapat gelar “TemenggungRuwoguno”. Sebagai pemimpin yang baik, Masalit rela melakuakan apapun demi mengayomi warganyya di banyuwangi, menghindarkan dari caman Belanda, dan membuat seluruh warganya merasa nyaman atas perlakuan pemimpinnya.
Tetapi Belanda masih belum menyerah untuk menguasai seluruh wilayah di Indonesia tak terkecuali Banyuwangi ini, walaupun kini Kota ini sudah merasa sedikit aman karena adanya bupati baru yaitu Masalit. Jika hanya mengandalkan satu jasa seseorang saja, pasti tak akan cukup untuk melawan Belanda. Karena itu, Masalit meminta tolong kepada masyarakat setempat yang memang memiliki kekuatan lebih dibanding orang-orang yang lain. Nama – nama orang hebat itu biasa dijuluki dengan “SINGO”. Singo itu sendiri di ambil dari nama hewan “SINGA” yang sejenis dan sekawanan dengan Macan. Diberikan gelar seperti itu karena melambangkan singa sebagai raja hutan yang memiliki kekuatan super dan sakti seperti halnya orang-orang hebat yang membantu Masalit dalam mempertahankan wilayahnya dan melawan Penjajah.
Untuk menghargai jasa para Singo. Masalit menamakan beberapa desa di Banyuwangi dengan menggunakan nama – nama orang sakti tersebut. Misalnya seperti “Singonegoro” yang kini menjadi desayang bernama “Singonegaran”, “Singotruno” yang berubah menjadi “Sinngotrunan” dan “Singodimayan” yang juga termasuk desa saya, kini berubah nama menjadi desa”Singomayan”. Itullah asal-usul dari desa Singomayan yang diambil dari gelar seorang hebat di Banyuwangi. Tak hanya jasa orang-orang sakti saja yang disejarahkan, juga tak luput Masalit yang diabadikan lewat sebuah nyanyian yang diciptakan oleh Ibu Sumiati.